Candi Sari Jogja Candi Sari Jogja

Candi Sari adalah candi Budha kuno kecil yang terletak di Yogyakarta. Candi ini relatif berbeda dibandingkan dengan candi Budha lainnya di daerah ini seperti Candi Borobudur, Candi Plaosan, atau Candi Kalasan. Sekilas, Candi Sari lebih mirip kastil.
Sama seperti kebanyakan candi kuno di daerah itu, Candi Sari memiliki detail yang indah. Anda dapat melihat relief dan ukiran di hampir semua bagian dinding kuil. Diyakini bahwa Candi Sari lebih besar dari keadaan saat ini, karena ada beberapa patung Buddha. Berikut adalah beberapa fakta singkat tentang candi Sari.
Lokasi
Candi Sari secara administratif terletak di Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Tempat ini hanya berjarak dua belas kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Ini adalah kendaraan angkutan umum melalui transportasi umum. Namun, jika Anda berencana untuk datang ke Candi Sari dengan bus, Anda harus bermain judi online terbaik https://bebasjudi.com/ agar dapat berjalan sekitar tiga kilometer.
Candi Sari buka setiap hari, mulai pukul 09.00 pagi hingga 05.00 sore. Biaya masuk ke kuil ini sangat murah. Agult hanya perlu membayar IDR2000 sedangkan tiket anak-anak hanya IDR1500.
Sejarah Candi Sari
Candi Sari dibangun pada abad ke delapan, pada masa pemerintahan Raja Rakai Panangkaran dari Kerajaan Mataram Kuno. Itu dibangun pada era yang sama dengan Candi Kalasan. Memang, informasi tentang pembangunan Candi Sari dapat ditemukan di Prasasti Kalasan. Prasasti itu menyatakan bahwa raja harus membangun bangunan suci dan sebuah biara.
Seperti hampir semua candi di sekitarnya, Candi Sari juga ditinggalkan dan dilupakan. Reruntuhan candi ini ditemukan pada awal 1920-an, dan Pemerintah Belanda kolonial memutuskan untuk merekonstruksi candi. Upaya renovasi selesai pada tahun 1930.
Arsitektur dan Fungsi
Candi Sari terdiri dari beberapa kamar yang terhubung dengan pintu dan jendela. Sejarawan percaya bahwa Candi Sari pada awalnya adalah bangunan dua atau tiga lantai, dengan setiap lantai, berisi tiga kamar. Kamar-kamar berjendela ini memberi Candi Sari tampilan kastil.
Bangunan itu dibangun sebagai biara, tempat para biksu Buddha belajar dan tinggal. Tingkat atas diyakini sebagai ruang meditasi atau ruang sholat. Beberapa relung kecil menunjukkan bahwa bagian dalam candi ini pernah dinyalakan dengan lampu pada malam hari.





Komentar
Posting Komentar